Waspada! Cek Fakta Sertifikat Sulingjar
Sulingjar atau Survei Lingkungan Belajar merupakan salah satu agenda tahunan yang harus diisi oleh guru dan Kepala Sekolah satuan pendidikan. Untuk tahun 2025 ini, batas akhir pengisian Sulingjar sampai pada tanggal 10 Oktober 2025, dimulai dari tanggal 15 September 2025. Meski baru berlangsung beberapa hari, telah banyak muncul share pesan singkat yang menyebutkan bahwa terdapat sertifikat setelah mengisi survey, dan harus masuk ke web tertentu.
Web yang dimaksud beralamat di sertifikat.snp.my.id/sulingjar/ . Perlu diwaspadai oleh siapapun yang mengisi Sulingjar bahwa web semacam itu bukanlah web resmi milik pemerintah, sehingga bisa dipastikan bahwa sertifikat untuk Sulingjar adalah hoaks. Bahkan sejak pertama kali, tidak pernah ada sertifikat setelah mengisi Sulingjar.
Perlu diketahui bahwa segala informasi mengenai Sulingjar bisa didapatkan melalui surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id atau dashboardslb.kemdikbud.go.id sebagai web resmi milik Kementrian Pendidikan. Selain itu juga bisa mengecek mengenai informasi tersebut melalui media sosial resmi milik Kemdikbud.
Sulingjar merupakan instrumen yang digunakan untuk memetakan lingkungan belajar satuan pendidikan. Dengan mengisi Sulingjar, Kementrian Pendidikan bisa menentukan kebutuhan-kebutuhan apa untuk satuan pendidikan mulai dari sarana, fasilitas, hingga pelatihan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu Sulingjar juga digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan rapor sekolah.
Dengan demikian, akan lebih baik jika dalam mengisi Sulingjar ini guru dan Kepala Sekolah memberikan data sesuai dengan kondisi sebenarnya, dan tidak mencari jawaban yang banyak tersebar di internet. Selain tidak akurat dan sesuai dengan kenyataan karena kondisi sekolah pasti berbeda antara satu sama lain, mengisi Sulingjar ini juga tidak sulit. Tapi bisa disiasati mungkin dikerjakan secara kolektif oleh guru dan Kepala Sekolah, dengan disamakan paket soal-nya.
Jadi, perlu diwaspadai berita mengenai sertifikat untuk Sulingjar. Jangan mengakses web tersebut atau bahkan mengisi identitas pada web tersebut karena sekali lagi web tersebut bukan resmi milik pemerintah sehingga sangat berbahaya apalagi jika web tersebut meminta untuk memasukkan data-data identitas pribadi.

Leave a Comment