Apa sih Sistem Pendidikan STEM?

Sistem pendidikan STEM disebut-sebut bisa menjadi solusi permasalahan output pendidikan di Indonesia, termasuk rendahnya skor PISA. Hal ini disampaikan Dr. Stephanie Riady, B.A, M.Ed, Ed.D yang merupakan penasihat ahli Kemendikdasmen di acara HUT Kompas beberapa waktu lalu. Menurutnya, STEM menanamkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah kompleks, membaca pola dan data. Kemampuan ini sangat cocok untuk saat ini dimana kemampuan berpikir kritis menjadi sesuatu yang sangat penting.

Lalu apa itu STEM?

Secara sederhana, STEM merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering, and Math. Jadi STEM merupakan sistem pendidikan yang menggabungkan unsur sains, teknologi, enginering, dan matematika. Sistem pendidikan ini fokus pada pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, dan penerapannya pada kondisi sehari-hari di dunia nyata. 

Aspek Penting Pendidikan STEM

Dalam pendidikan STEM, terdapat beberapa aspek penting yang harus diperhatikan. Aspek-aspek penting ini adalah:

> Integrasi - Sistem pendidikan STEM mengitegrasikan atau memadukan empat disiplin ilmu, menunjukkan bagaimana keempatnya saling berhubungan dan relevan antara satu sama lain. Dalam kurikulum yang pernah dilaksanakan di Indonesia, mirip dengan Kurikulum 13 atau K13 yang menggunakan pembelajaran tematik daripada mata pelajaran terpisah.

> Problem-Based & Hands on Learning - Sistem pendidikan ini menekankan pembelajaran langsung atau praktik (learning by doing), agar peserta didik bisa mensimulasikan permasalahan di dunia nyata ke dalam praktik pembelajaran.

> Pengembangan Ketrampilan - Pendidikan STEM menekankan pada ketrampilan esensial seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, serta mengembangkan kreativitas.

> Real-World Connections - Pendidikan STEM memungkinkan untuk menghubungkan pembelajaran di ruang kelas dengan pembelajaran berbasis praktikal untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi kondisi yang sebenarnya di masa depan.

Dari beberapa aspek penting STEM di atas, bisa dilihat bahwa aspek-aspek tersebut bisa menjadi solusi untuk menghadapi tantangan era teknologi dan modernisasi seperti yang tengah dihadapi oleh peserta didik Indonesia saat ini. Misalnya saja, pembelajaran tematik yang memadukan beberapa mata pelajaran dalam satu tema memungkinkan peserta didik untuk mencari dan memberikan koneksi antara satu mapel dengan mapel lain. Dengan begitu peserta didik secara tidak langsung akan berlatih untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, sekaligus mengembangkan kreativitas.

Tujuan Sistem Pembelajaran STEM

> Mengembangkan inovator masa depan yang mampu menghadapi tantangan masa depan dalam berbagai bidang mulai dari kesehatan, energi terbarukan, hingga pengembangan teknologi.

> Membangun lingkungan kerja yang kompetitif yang bisa memenuhi tingginya kebutuhan tenaga kerja ahli.

> Meningkatkan kemampuan literasi di bidang STEM

> Meningkatkan perbedaan dan inklusi dengan mengembangkan pengalaman pembelajaran yang menarik dan mudah diakses untuk berbagai jenis peserta didik.

Pada perkembangannya, sistem pembelajaran STEM ini mengalami beberapa modifikasi diantaranya yang paling populer adalah penambahan Arts, sehingga menjadi STEAM atau Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics. Kemudian juga ada penambahan Reading sehingga menjadi STREAM. 

No comments

Powered by Blogger.